about me

Foto saya
BojOnegOro CitY, suRobOyo, Indonesia
gw anak Madrasah Bertaraf Internasional, 16thn..... Lge maw msuk hobby nuliz.... sbnerx males bgd clo d'suruuh nulIz2 gne.... tpi cz gw nag.x mank ga' mdah curhat k org laen so ya gne jadix.......crhat pke tlisan.....

search, bro!

welcome, prend!!!

okey bro....

welcome to my site...

blog ne mank lage proses, masih amatir.an,, tp gw harap loe iza nikmati ne blog..........

link kapanlagi ne..!!!

Senin, 19 Oktober 2009

“NILAI”, HARGA MUTLAK KAH ITU????

Huayyy,, para Havers!!!! Ketemu Lge ne d’Education Zone,, Okey, para Havers, Now qta mw ngebahas yang namanya “nilai” dalam proses pendidikan qta. Check it Out!!!! Para hevers pasti dah pada kenal n akrab ma yang namanya nilai. Memank benar kalo nilai merupakan alat tolok ukur sebagai hasil dari proses pendidikan yang Qta jalani. Itulah faktanya yang terjadi dalam sistem pendidikan d’ negara Qta. Itulah orientasi kebanyakan masyarakat Qta dalam memandang “ abiliTy “ seseorang. Pintar atau bodoh, profesional atau amatir, rajin atau males, semuanya bisa diukur dengan nilai. Itulah fakta ironi yang terjadi di sekeliling Qta..

Mungkin para Hevers banyak yang m’punyai pengalaman berhubungan dengan nilai. Entah itu sedih coz nilai sampe’ termehek-mehek, atau malah suenenk gara” nilai jga……….. Memank nilai gag bz lepas dari kehidupan para pelajar Indonesia khususnya. Nilai yang bagus merupakan suatu tuntutan seorang pelajar yang akan digunakan sebagai bukti kepada masyarakat, orangtua khususnya. Padahal tidak selamanya di balik nilai baik itu terdapat proses yang baik pula. Biza saja proses itu dengan lirak-lirik saat ujian, atau belajar d’buku saat ujian berlangsung alias ngerpek, atau malah sekedar keberuntungan pake’ Dadu duankz. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinkan anak yang hanya malas”an bz m’dapatkan hasil yang memuazkan ( Upz, muph nyindir!!! ), atau malah anak yang rajin berusaha hanya mendapatkan nilai yang biasa saja atau malah jeblok nilainya ( Kcian t anag ).
Semua itu mank tidak bz lepas dari yang namanya ‘keberuntungan’.

Nilai juga merupakan motivator dan aplikator dalam kehidupan komunitaas pelajar. Akan tetapi ada juga minoritas dari pelajar yang tidak mempedulikan nilai akan tetapi lebih mementingkan proses dan hasil pemahaman. Itulah yang sebenarnya yang harus Qta tiru dan praktikkan. Akan tetapi sayangnya itu hanya sebagian kecil saja dari Qta.

Itulah kekurangan sistem pendidikan negara Qta, yang hanya mengorientasikan nilai sebagai fungsi utama hasil pendidikan yang berlaku di masyarakat nantinya.

Jika saja smwa pelajar bza berpikir seperti golongan minoritas di ataz, so sisitem pendidikan bangsa ne Bza melahirkan kader-kader bangsa yang intelek dan berkualitas.

Dari beberapa opini d’ataz  , timbullah beberapa pertanyaan :

Apakah nilai sebuah takdir?
Seberapa penting nilai Qta dapat mempengaruhi takdir Qta yang lain?
 seberapakah pentingnya nilai bagiQta?

Jawaban yang cukup terlihat sederhana, tetapi sulit diimplementasikan;
“Lakukanlah yang terbaik, berusahalah dengan keras, orientasikanlah pada proses dan ilmu yang didapat, karena sesungguhnya hasil akhir yang baik akan didapat dengan mengikuti proses yang baik dan tepat.”

( Bb’x Nd )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar